Minggu, 06 Desember 2009

The Holiday


The Holiday

London, Iris Simpkins dimainkan oleh pemeran The Eternal Sunshine of the Spotless Mind (Kate Winslet), wanita cerdas sekaligus tertutup yang selama tiga tahun berselang Iris jatuh cinta setengah mati (desperately in love) pada pria plin-plan yang tak tahu bagaimana cara menghargai dirinya, Jasper Bloom (Rufus Sewell), yang notabene adalah salah satu kolega. Sementara itu Amanda (Cameron Diaz) adalah seorang wanita mapan pemilik perusahaan periklanan film di Hollywood yang punya sifat periang dan terbuka (lihat betapa kontrasnya). Keduanya disatukan oleh permasalahan yang sama akibat kecewa pada orang-orang yang mereka cintai.
Di sebuah pesta kantor menjelang liburan natal, Iris mendapat kejutan pahit dari editornya sendiri yang membuat pengumuman tentang pertunangan Jasper dan Sarah, perempuan lain yang juga dikencani Jasper saat mereka masih bersama
(For God shakes). Di belahan barat bumi lainnya, Amanda Woods mendapati kekasihnya, Ethan (Edward Burns), berselingkuh dengan resepsionisnya sendiri (What a man!!).
Iris yang cengeng menangisi Jasper sepanjang malam setelah melewati pesta dengan seteguh hati, sementara Amanda berusaha keras menitikkan airmata atas kepergian Ethan namun gagal. Dalam keadaan linglung keduanya memutuskan untuk melakukan liburan di tempat yang jauh demi menenangkan diri dan mencari semangat baru. Iris dan Amanda bertemu lewat sebuah situs liburan yang menawarkan untuk saling bertukar rumah. Iris akan berlibur di rumah Amanda yang terletak di Beverly Hills, Hollywood. Dan Amanda yang mencari kesunyian akan tinggal selama dua minggu di rumah Iris di sebuah desa kecil bagai dongeng dalam tulisan-tulisan Shakespeare di Surrey, Inggris (walau saya lebih suka seperti di novel Jane Austen coz belum pernah baca tulisan Shakespeare jadi gak ngerti).
Seperti dialog dalam film ini “Anything can happen”, apapun bisa terjadi. Niat dan tujuan terkadang bisa saja berubah karena beberapa hal dan kejutan cinta dalam hidup itu bisa datang kapan saja, pada orang yang sangat asing, tak terduga, dan berada di tempat yang sangat jauh sekalipun. Selama liburannya Iris bertemu dengan Arthur Abbot (Eli Wallach), pria lanjut usia pensiunan penulis naskah film yang sangat terkenal di Hollywood dan Miles (Jack Black), seorang komposer film muda yang punya kepribadian hangat dan romantis. Wanita Inggris yang ramah dan baik namun patah hati ini akhirnya memikat hati Miles untuk berteman dengannya dan bersama mereka menjadi sahabat baik Arthur. Dengan Miles, Iris menemukan sisi humorusnya yang terpendam dan Arthur membantunya memahami dirinya dengan menyarankan Iris menonton film-film drama romantis lama.
Saat menemani Iris di toko video suatu malam, Miles melihat kekasihnya, Maggie, tengah berselingkuh dengan orang lain. Iris yang lembut dan sensitif menjadi kawan penuh pengertian karena ia juga tengah menghadapi masalah yang sama. Iris menceritakan masalahnya pada Miles yang malah balik menghiburnya. Sayangnya, romantisme yang mulai menghinggapi mereka harus terganggu dengan kedatangan Jasper ke Amerika untuk menemui Iris dan permintaan Maggie untuk kembali pada Miles. Nampaknya tak ada yang bisa merusak kebahagiaan Iris kecuali fakta bahwa Jasper masih menjadi tunangan Sarah. Tapi momen ini membangkitkan kesadaran Iris atas apa yang telah dia lakukan terhadap hidupnya sendiri. Ia memutuskan untuk tidak lagi bersikap membodohi diri sendiri dan menjadi wanita yang kuat, yang harus bisa melepaskan Jasper dan memulai hidup baru. Di sisi lain, Miles juga melakukan hal sama. Dia menginginkan wanita baik-baik yang tulus mencintainya, bukan wanita yang hanya kembali padanya setelah dicampakkan seorang selingkuhan.
Berada di Surrey memperkenalkan Amanda pada Graham, kakak Iris yang menjadi editor buku, diperankan penuh pesona oleh aktor tampan Jude Law. Amanda yang cantik plus sangat ekstrovert dan Graham yang bertipikal womanizer akhirnya terlibat dalam nuansa romansa yang rumit (Unbelievable! Did I say that ‘nuansa romansa’?, hopes won’t hear too Kuch-kuch Hota Hai). Amanda sama sekali tidak ingin terlibat hubungan dengan pria manapun karena keberadaannya di Inggris hanyalah untuk sementara, namun Graham adalah subjek yang terlampau memesona untuk dilewatkan meskipun hubungan mereka diwarnai pasang surut selama dua minggu bersama. Romansa tanpa komitmen serius ini semakin sulit saat Graham menyadari bahwa ia sungguh-sungguh jatuh cinta pada Amanda sekaligus terlalu takut mengakui status dudanya dengan dua anak perempuan secantik malaikat, ia takut Amanda tak dapat menerimanya. Dan bagian akhir bagi dua pasangan ini dapat anda tebak sendiri.
Film ini tentang beberapa orang yang memiliki kepribadian, cara hidup, juga sudut pandang yang berbeda tentang cinta, tentu saja ini adalah film drama komedi romantis antar bangsa.
Terkadang saat menghadapi masalah kita membutuhkan waktu sebentar untuk rehat menenangkan diri dan berpikir dengan jernih. Makna film ini adalah bahwa sesulit apapun kehidupan yang kita jalani, kebahagiaan serta kelayakan atas cinta yang baik adalah hak kita. Namun untuk menjadi bahagia atau tidak itu merupakan pilihan karena sikap kitalah yang menentukan.
Kate Winslet menjadi narator yang memukau di bagian intro film, banyak kata-kata bijak terutama soal cinta yang diambil dari tulisan Shakespeare. Musik bagian intro juga sangat manis dan meyakinkan kita kalau keseluruhan musik di film ini digarap dengan sangat apik (Ingat pertama kali nonton The Importance of being Ernest). Musiknya mencerminkan kepribadian, semangat, dan suasana yang dihadapi tokoh-tokohnya dimana secara kebetulan tokoh Miles oleh Jack Black adalah seorang komposer yang tahu banyak tentang musik film. Setting of placenya juga tidak mengecewakan, khususnya gambar-gambar yang diambil di Inggris. Nuansa alam pedesaan Inggris yang kental bisa dicaptured dan disimpan sebagai wallpaper di komputer.
Harus diakui bahwa kisah di beberapa bagian film ini agak datar. Tentu saja bukan karena akting pemainnya. Misalnya, bagian yang menceritakan antara Amanda dan Graham (terutama) seperti berputar disitu-situ saja, plus bonus adegan berlarian di taman kelewat India (Zighh!). Tapi rangkaian kisah antara Iris dan Miles (mungkin juga coz lebih dekat dengan cerita saya sendiri. Hueks...!) plus Arthur menurut sangat menyentuh. Mengajarkan kebaikan hati itu adalah pesona luar biasa dari manusia. Darisini bisa dilihat kalau ada dua pendekatan dalam cinta (I please you to think on your own) meskipun menurut acara “Naked Science” keduanya berhubungan.


Bagian-bagian Pendapat pribadi penulis:

Menurut aku sih Kate Winslet cocok banget meranin tokoh Iris yang sensitif dan sentimentil. Jelas terbukti kalau Winslet selalu berhasil menghayati tokohnya dengan baik kayak di film Titanic sama DiCaprio atau beradu akting sama aktor hebat Johny Deep dalam Finding Neverland.
Aku juga gak nyangka kalau bisa sejatuh cinta ini sama tokoh Milesnya Jack Black (I never really count on him before). Memang perannya gak terlalu jauh dengan tokohnya di film School of Rock kecuali keurakannya yang digantiin sama sikap gentle, respectful, setia, dan punya sense of humor yang bagus dari Miles (lots of women must want such an intelligence and sweet humorist guy like Miles, Ahh...). Disini dia gak cuma akting doank tapi juga main musik.
Cameron Diaz cocok sebagai Amanda tapi keliatannya gak beda-beda amat sama kebanyakan film-film yang dia mainkan (tipikal sassy girl walau gak semua sih. Tapi film My Sister’s Keeper berbeda). Jude Law sangat tak terkatakan (Agagagh... :P), physically enchanting (baru disini aku sadar kalo dia tinggi and very British).

(Sinopsis ini kerasa agak datar bahkan datar banget kayaknya. Pas nulisnya agak2 kecapean, tapi coz harus cepet selesai sblm kasetnya dikembaliin, jadi ngebut. Memang harus diedit lagi).
Special buat mbak Lien, mudahan suka .

Tips menonton: Dalam film ini banyak alih kode (bahasa kalee..) atau pindah dari satu fokus cerita ke fokus cerita lain (Misalnya, dari adegan di Amerika lalu Inggris). Karena plotnya yang agak datar, jadi menontonnya seperti melihat pemandangan Surrey di pagi hari dari balik kabut (maaf, bingung harus makai ungkapan apa). Keindahannya memang tidak terlalu jelas, tapi kalau anda jeli maka bisa menangkap makna dari setiap momen (especially leading way between Iris and Miles).

*** Bintang tiga lebih cocok untuk film ini coz akting Kate Winslet dan Jack Black yang memikat. (Apa namanya beneran Jack Black, kedengarannya kayak kartu remi).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar